TENTANG

Rumusan Misi Paroki St.Yosef Medari didasarkan pada Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang (“Terwujudnya Peradaban Kasih dalam Masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman “) dan Arah Dasar Keuskupan Keuskupan Agung Semarang 2016-2020 (“Membangun Gereja yang inklusif, inovatif dan transformatif demi terwujudnya peradaban kasih di Indonesia”).

Agar arah dan citacita tersebut dapat diwujudkan secara lebih konkret dalam konteks Umat di Paroki Medari, maka perlu juga melihat beberapa hal yang menjadi ciri khas serta kerindungan umat dalam membangun Gereja Medari supaya semakin cerdas, tangguh, misioner dan dialogis.

Dengan demikian, harapannya, umat Paroki Medari terlibat aktif dalam mewujudkan peradaban kasih dalam masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman.

Paroki St. Yoseph Medari memiliki luas teritorial sebesar 121 km2 dengan jarak terjauh dari utara ke selatan sepanjang 23 km sedangkan jarak terjauh dari barat ke timur sepanjang 11 km. Sebagian besar berupa dataran rata dan hanya sebagian kecil yang merupakan perbukitan (pegunungan, lembah, jurang, dsb) yang hampir semua lahan sudah diusahakan untuk mata pencaharian oleh masyarakat sekitar.

Paroki Santo Yoseph Medari secara teritorial berada di tengah – tengah di antara paroki lain dalam bagian Keuskupan Agung Semarang, di sebelah Barat adalah Paroki St.Theresia Salam, di Utara adalah Paroki St. Yohanes Rasul Somohitan, di Timur adalah Paroki St. Aloysius Gonzaga Mlati, dan di Selatan adalah Paroki St. Petrus Paulus Klepu. Pada tahun 2018, Paroki St. Aloysius Gonzaga Mlati dimekarkan dengan memunculkan dua paroki baru yakni Paroki St. Yohanes Paulus II Brayut dan Paroki St. Petrus Warak. Kedua Paroki baru ini juga berbatasan langsung dengan Paroki St. Yoseph Medari yakni di sebelah Timur Laut (Paroki St. Yohanes Paulus II Brayut) dan sebelah tenggara (Paroki St. Petrus Warak).

Berdasarkan jumlah umat dan letak geografi,  pada tahun 2019 Paroki St. Yoseph Medari tediri dari 6 wilayah yang mecakup 30 lingkungan termasuk di dalamnya Stasi St. Thomas Seyegan yang terdiri dari 2 wilayah dengan 8 lingkungan. Dalam perkembangannya, pada tahun 2018, Paroki St. Yoseph Medari mengalami penambahan lingkungan, dimana Lingkungan St. Yohanes Sleman Barat dimekarkan menjadi 1 lingkungan baru bernama St. Maria Fatima Ngangkrik, serta di Stasi St. Thomas Seyegan juga terdapat pemekaran 1 lingkungan baru. Dengan demikian perkembangan lingkungan Paroki St. Yoseph Medari mengalami penambahan dengan jumlah 27 lingkungan di tahun 2011 menjadi 30 lingkungan di tahun 2020 ini.

Sedang berdasarkan wilayah administrasi pemerintahan dan pelayanannya, Paroki St. Yoseph Medari memiliki wilayah pelayanan di 3 Kecamatan yang meliputi Kecamatan Sleman, Kecamatan Tempel, dan Kecamata Seyegan. Serta jika dilihat dari sisi letak wilayahnya, 2 wilayah (Wilayah II dan III) berada di dalam area perkotaan dan 4 wilayah (Wilayah I, IV, V, dan VI) berada di pedesaan. Sebagai gambaran singkat, berikut adalah deskripsi wilayah beserta kekuatan dan tantangannya.

  1. Wilayah I, berada di sebelah Utara berbatasan dengan Wilayah III di sebelah Barat, Wilayah II di sebelah Selatan serta Paroki St. Yohanes Rasul Somohitan di sebelah Utara, akses menuju wilayah I relatif mudah melihat dari banyaknya jalan yang terdapat pada wilayah tersebut. Dibandingkan dengan 5 wilayah lainnya, Wilayah I memiliki lingkungan paling sedikit sejumlah 4 lingkungan dengan daerah teritori yang paling kecil.
  2. Wilayah II berada paling Timur dari gereja paroki, dibatasi oleh Sungai Sempor di sebelah Timur, sebelah Selatan berbatasan dengan Paroki St. Aloysius Gonzaga Mlati, sebelah Barat berbatasan dengan Wilayah IV dan Wilayah III, sedangkan di sebelah Utara berbatasan dengan Wilayah I. Wilayah II terdiri dari 6 lingkungan, sekaligus juga merupakan lokasi tempat gereja paroki.
  3. Wilayah III berbatasan dengan Wilayah II di sebelah Timur, sebelah Selatan berbatasan dengan Wilayah IV, lalu sebelah Barat berbatasan dengan Paroki St.Theresia Salam dan kali Krasak, sekaligus sebagai batas propinsi DIY dengan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sedangkan di sebelah Timur berbatasan dengan Paroki St. Yohanes Rasul Somohitan dan Wilayah I. Wilayah ini terdiri dari 5 lingkungan.
  4. Wilayah IV memiliki luasan yang paling besar di antara 6 wilayah lainnya. Batas sebelah Barat adalah lokasi Paroki St.Theresia Salam dengan kali Krasak sebagai pembatas provinsi. Sebelah selatan berbatasan dengan Wilayah V dan Wilayah VI, sedangkan di sebelah Timur berbatasan dengan Wilayah II. Wilayah ini terdiri dari 5 lingkungan.
  5. Wilayah V, berbatasan dengan Wilayah IV di sebelah Utara dan Wilayah VI di sebelah Barat, selain itu juga berbatasan dengan Paroki St. Aloysius Gonzaga Mlati di sebelah timur dan Paroki St. Petrus dan Paulus Klepu di sebelah Selatan. Wilayah ini terdiri dari 4 lingkungan.
  6. Wilayah VI memiliki posisi di tengah antara Wilayah V di sebelah Timur dan Wilayah IV di sebelah Utara, wilayah ini juga dibatasi oleh Paroki St. Petrus dan Paulus Klepu di sebelah Selatan dan Barat. Wilayah ini terdiri dari 4 lingkungan dan termasuk wilayah yang terletak di paling Barat dan Selatan serta terjauh dari gereja paroki.

Berdasarkan data pendataan umat tahun 2016, Paroki St. Yoseph Medari memiliki jumlah total umat sebanyak 3.460 jiwa, dengan rincian sebagai berikut :

   Wilayah

        Jenis         Kelamin

 

     L

     P

  Total

Wilayah I St. Mateus

        260

        308

        569

Wilayah II St. Yohanes

        310

        344

        659

Wilayah III St. Lukas

        244

        225

        470

Wilayah IV St. Markus

        339

        362

        704

       

Wilayah V St. Thomas I

        246

        242

        488

Wilayah VI St. Thomas II

        280

        290

        570

       

Total

    1.679

    1.771

    3.460

Tabel Jumlah Umat Paroki St. Yoseph Medari.

 

Berdasarkan rincian data tersebut, maka dapat dilihat bahwa jumlah umat terbesar ada di wilayah IV St. Markus dengan 704 jiwa umat. Hal ini juga disebabkan karena wilayah 4 adalah wilayan terluas di Paroki St. Yoseph Medari.

Tabel.1 merupakan hasil perhitungan data berdasarkan jenis kelamin. Data ini memberikan gambaran keadaan gender di dalam paroki yang mencerminkan kekuatan umat secara umum. Konteks gender selalu menjadi pertimbangan, khususnya ketika membicarakan keterlibatan umat dalam paroki. Dalam tahun ini, peran perempuan sudah menjadi semakin meningkat dalam kaitannya dengan kegiatan dan pelaksanaan program-program di gereja.

Tema gender merupakan salah satu wacana penting didalam Gereja, berdasarkan data yang kongkrit tentang situasi gender, diharapkan umat Paroki St. Yoseph Medari memperoleh informasi yang benar mengenai keberadaan umat. Komposisi antara pria dan wanita ini juga berpengaruh kepada kegiatan ekonomi dan mobilitas umat.

Setiap kelompok usia mencerminkan  kekayaan, tantangan, dan masalahnya. Dalam pendataan umat tahun 2016, pengelompokan didasarkan kepada usia anak sekolah, usia produktif (kerja), dan usia purnakarya.

  1. Kelompok usia anak sekolah mencakup :
  • Anak-anak belum sekolah (kurang dari 7 tahun; dalam kasus khusus ada anak usia 6 tahun sudah sekolah dasar)
  • Anak usia sekolah Dasar (7-12 tahun)
  • Usia anak Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (13-15 tahun);
  • Usia anak Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (16-18 tahun).

 

2. Kelompok usia produktif mencakup:

  • Usia kerja tetapi masih sekolah dan kuliah (lebih dari 18 tahun). Berkat perkembangan ekonomi dan pendidikan, banyak anak yang sudah termasuk usia kerja saat ini masih berada dibangku sekolah ataupun kuliah. Setelah pendidikan SLTA, banyak orang muda berusia 19-24 tahun melanjutkan pendidikan mereka di tingkat perguruan tinggi. Hal ini secara langsung memberikan nilai positif bagi kehidupan umat Paroki Medari, dimana ke depan mereka akan menjadi generasi penerus yang berwawasan luas di dalam dalam mengelola kegiatan-kegiatan dan program-progra umat di Paroki St. Yoseph Medari.
  • Usia kerja (25-59 tahun) kelompok ini merupakan tulang punggung bagi perekonomian keluarga dan merupakan,

3. Kelompok usia purnakarya mencakup generasi adi usia/usia lanjut (60+ tahun). Beberapa dari mereka ini masih produktif dan memiliki waktu luang untuk melibatkan diri dalam gereja dan masyarakat, namun disadari juga kelompok ini cenderung rentan terhadap permasalahan fisik.

Sejumlah 13,90% umat paroki St. Yoseph Medari atau sejumlah 481 orang adalah anak dibawah usia 15 tahun yang menunjukkan bahwa semua wilayah di paroki St. Yoseph Medari ini memiliki potensi yang besar akan generasi penerus. Hal ini memberikan informasi yang penting bagi pembinaan anak-anak dalam semua aspek (intelektual, emosional, religiusitas, dan budaya) baik dalam keluarga-keluarga maupun dalam dunia pendidikan. Menanggapi hal ini maka sangat diperlukan kerjasama ditingkat lingkungan dan wilayah untuk membuat sebuah gerakan bersama untuk ikut mempersiapkan generasi masa depan. Misalnya gerakan kunjungan ke lingkungan dan atau wilayah, kunjungan ke seminari (agar ada panggilan imamat), gelar budaya anak-anak, dan perayaan ekaristi khusus anak-anak.

Hampir setengah dari umat (1.674 orang, 48.38%) berusia produktif  (25-59 tahun) yang pada saat ini menjadi tumpuan kehidupan keluarga dan memiliki peran yang khas dalam kehidupan bermasyarakat. Kelompok usia ini potensial untuk berperan paling aktif di dalam kehidupan jemaat Gereja, namun kebanyakan dari mereka masih dibebani banyak tanggung jawab dalam menghidupi keluarganya dan mengabdi kepada masyarakat, sehingga tidak punya banyak waktu untuk mengurusi Gereja.

Lebih dari seperlima (691 orang, 24,79%) umat sudah memiliki pengalaman hidup yang cukup luas dan sudah makan asam garam kehidupan. Dalam kehidupan bermasyarakat, kelompok ini mendapat tempat yang istimewa karena dituakan. Gereja diundang untuk mengoptimalkan kelompok ini bagi kehadirannya ditengah masyarakat dan bagi kehidupan internal. Beberapa kegiatan yang menyentuh olah rohani bagi mereka, penting untuk dipikirkan secara mendalam. Diperlukan penelitian lanjutan untuk menampung inspirasi mereka dan melibatkan mereka dalam kegiatan pastoral.